Money

Dua Pasar di Jakarta Disidak Dirut Bulog untuk Stabilkan Harga Pangan

Jakarta (KABARIN) - Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani bersama Satgas Pangan melakukan inspeksi mendadak di dua pasar yang ada di wilayah Jakarta, guna memastikan stabilitas harga dan ketersediaan pangan selama Ramadhan 1447 Hijriah.

Rizal bersama Satgas Pangan meninjau Pasar Minggu di Jakarta Selatan dan Pasar Kramat Jati Jakarta Timur, Jumat, untuk memantau harga serta pasokan sembako sehingga masyarakat bisa mengakses sejumlah komoditas pangan dengan harga yang terjangkau.

Dalam sidak tersebut, ia memastikan stok kebutuhan pokok relatif aman dan mencukupi. Harga bahan pangan utama terpantau stabil sehingga masyarakat tidak perlu khawatir selama Ramadhan dan Lebaran 2026.

"Pagi hari ini kami dengan Tim Satgas Pangan melaksanakan pengecekan harga sembako maupun semua barang-barang ataupun perlengkapan dapur selama bulan Ramadhan serta kesiapan Lebaran 2026 atau 1447 Hijriah. Alhamdulillah dari dua pasar saya lihat stok cukup banyak, kemudian juga harga-harga cukup stabil," kata Rizal.

Dia menyebutkan berdasarkan hasil pemantauan harga beras dinyatakan stabil baik untuk medium maupun premium. Beras medium dijual sesuai harga eceran tertinggi (HET) sekitar Rp13.500 per kilogram sesuai ketentuan pemerintah.

Kemudian beras SPHP dijual Rp12.500 per kilogram, sedangkan beras premium sekitar Rp14.900 per kg. Kondisi pasar dinilai kondusif berkat sinergi produsen, pedagang, serta Satgas Pangan.

Pihaknya juga menemukan penjualan MinyaKita sesuai HET sebesar Rp15.700 per liter. Bulog juga memastikan distribusi MinyaKita dilakukan langsung dari gudang ke pengecer pasar Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) tanpa melalui distributor guna mencegah kenaikan harga berlapis.

Harga MinyaKita ditetapkan Rp14.500 dari gudang Bulog dan dijual Rp15.700 per liter di tingkat pengecer. Skema ini memberi margin wajar sekaligus menjaga keterjangkauan.

Meski begitu, komoditas cabai menjadi perhatian karena mengalami kenaikan akibat intensitas hujan tinggi. Harga cabai merah keriting naik dari sekitar Rp50.000 menjadi Rp60.000 per kilogram dalam sepekan terakhir.

Selain itu, cabai rawit merah juga mengalami kenaikan sekitar Rp20.000 per kilogram. Cabai rawit di jual dengan harga variatif. Di Pasar Minggu, pedagang menjual cabai rawit merah Rp130-140 ribu per kg.

Sementara itu, di Pasar Keramat Jati, cabai rawit dijual dengan harga Rp120 ribu per kg. Atas temuan itu, Bulog akan berkoordinasi dengan distributor serta asosiasi guna mendorong harga komoditas itu kembali stabil menjelang Lebaran.

Kemudian untuk tepung terigu, harga terpantau sekitar Rp10.000 per kilogram dan masih sesuai standar pasar.

Selanjutnya, harga daging sapi berada pada kisaran Rp140.000 per kilogram, meski ada sedikit variasi hingga Rp145.000. Bulog akan memantau harga di rumah potong hewan guna menjaga stabilitas.

Kemudian, Bulog bersama Satgas Pangan juga menemukan penjualan telur ayam ras dengan harga Rp31-32 ribu per kilogram.

Melalui sidak itu, Bulog menegaskan komitmen menjaga stabilitas pangan selama Ramadhan dengan memperkuat distribusi sejumlah komoditas strategis seperti beras dan MinyaKita ke pasar-pasar utama termasuk di Jakarta.

Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026
TAG: